{"id":428,"date":"2026-04-14T11:59:16","date_gmt":"2026-04-14T04:59:16","guid":{"rendered":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/?p=428"},"modified":"2026-05-04T17:06:23","modified_gmt":"2026-05-04T10:06:23","slug":"menyelami-praktik-usahatani-dan-perencanaan-pembangunan-desa-menuju-pembangunan-pertanian-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/2026\/04\/14\/menyelami-praktik-usahatani-dan-perencanaan-pembangunan-desa-menuju-pembangunan-pertanian-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Menyelami Praktik Usahatani dan Perencanaan Pembangunan Desa Menuju Pembangunan Pertanian Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan kunjungan lapangan dalam rangka praktikum <\/span><b>Ilmu Usahatani<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan pembelajaran <\/span><b>Kelembagaan Pertanian<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dilaksanakan di Desa Pandanajeng dengan melibatkan 10 mahasiswa dan 1 dosen pendamping. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami praktik usahatani serta dinamika kelembagaan pertanian di tingkat desa. Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan hangat oleh Bapak Anwaro selaku Kaur Umum, Bapak Edi selaku Kepala Dusun Pandaan, Bapak Sandy selaku Kepala Dusun Tamiajeng, serta Bapak Munir selaku Bendahara Gapoktan.<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-429\" src=\"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260410-WA0015-Anasthasia-Triwulan-Budisaptorini-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1920\" srcset=\"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260410-WA0015-Anasthasia-Triwulan-Budisaptorini-scaled.jpg 2560w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260410-WA0015-Anasthasia-Triwulan-Budisaptorini-300x225.jpg 300w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260410-WA0015-Anasthasia-Triwulan-Budisaptorini-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260410-WA0015-Anasthasia-Triwulan-Budisaptorini-768x576.jpg 768w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260410-WA0015-Anasthasia-Triwulan-Budisaptorini-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260410-WA0015-Anasthasia-Triwulan-Budisaptorini-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260410-WA0015-Anasthasia-Triwulan-Budisaptorini-360x270.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sesi diskusi dan pemaparan, para perangkat desa dan perwakilan kelembagaan pertanian memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi usahatani masyarakat, mulai dari pola tanam, pengelolaan hasil, hingga tantangan yang dihadapi petani. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana peran kelembagaan seperti Gapoktan dalam mendukung kegiatan produksi dan distribusi hasil pertanian. Informasi terkait perencanaan pembangunan desa juga menjadi fokus penting, terutama dalam mengintegrasikan sektor pertanian sebagai bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> <img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-430\" src=\"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/TP.jpg\" alt=\"\" width=\"1496\" height=\"432\" srcset=\"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/TP.jpg 1496w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/TP-300x87.jpg 300w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/TP-1024x296.jpg 1024w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/TP-768x222.jpg 768w, https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/TP-360x104.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 1496px) 100vw, 1496px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, yang terlihat dari berbagai pertanyaan kritis yang diajukan, khususnya terkait praktik usahatani yang dijalankan oleh warga serta mekanisme perencanaan pembangunan desa berbasis kelembagaan. Interaksi yang aktif ini mencerminkan semangat belajar mahasiswa dalam mengaitkan teori yang diperoleh di kelas dengan realitas di lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap pentingnya sinergi antara petani, kelembagaan, dan pemerintah desa dalam pembangunan pertanian.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan kunjungan lapangan dalam rangka praktikum Ilmu Usahatani dan pembelajaran Kelembagaan Pertanian dilaksanakan di Desa Pandanajeng dengan melibatkan 10 mahasiswa dan 1 dosen pendamping. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami praktik usahatani serta dinamika kelembagaan <a href=\"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/2026\/04\/14\/menyelami-praktik-usahatani-dan-perencanaan-pembangunan-desa-menuju-pembangunan-pertanian-berkelanjutan\/\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_coblocks_attr":"","_coblocks_dimensions":"","_coblocks_responsive_height":"","_coblocks_accordion_ie_support":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-428","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-beritaakademik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/428","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=428"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/428\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":431,"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/428\/revisions\/431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=428"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=428"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pertanian.widyakarya.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=428"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}